PEKANBARU (tvOnline24.news) – Kerajaan Malaysia berencana menyampaikan kekhawatiran secara resmi kepada Pemerintah Indonesia terkait dampak kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan. Kondisi kabut asap tersebut dilaporkan semakin memburuk, khususnya di negara bagian Sarawak. Pemerintah Malaysia juga akan memanfaatkan kerangka kerja sama ASEAN sebagai mekanisme penyelesaian bersama terhadap permasalahan kebakaran hutan yang diduga menjadi sumber utama kabut asap lintas batas tersebut.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan bahwa pihaknya menangani situasi ini dengan sangat serius. Langkah konkret yang diambil mencakup pengiriman surat resmi oleh Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, kepada mitra kerjanya di Pemerintah Indonesia. Secara bersamaan, persoalan ini juga akan diajukan kepada Sekretariat ASEAN untuk ditindaklanjuti secara bersama.

Pemerintah Draja Malaysia menilai mekanisme kerja sama dalam lingkup ASEAN merupakan pendekatan yang lebih efektif, guna memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya kolektif antara Malaysia dan Indonesia dalam mengatasi akar persoalan kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap polusi udara lintas batas negara.

“Surat tersebut akan diserahkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam satu atau dua hari ke depan agar tindakan lanjut dan koordinasi di tingkat regional dapat segera dilakukan,” kata Mohamad Hasan, dikutip The Vibes, Minggu (23/8/2026).

Langkah-langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat kerangka kerja sama bilateral antara Malaysia dan Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan serta kabut asap yang menyebar melintasi batas wilayah negara.

Kekhawatiran pihak Malaysia meningkat menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah Serian, kawasan perbatasan kedua negara, pada Jumat, 21 Agustus 2026, pagi. Data dari Sistem Pengelolaan Indeks Pencemar Udara (APIMS) menunjukkan bahwa nilai Indeks Pencemaran Udara (IPU) di markas kepolisian Distrik Serian mencapai angka 242 pada pukul 06.00 waktu setempat, yang tergolong dalam kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap risiko kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Oleh karena itu, Malaysia mendesak penguatan kerja sama dengan Indonesia guna mencegah terjadinya kebakaran hutan sekaligus menekan dampak penyebaran kabut asap.

Selain itu, Malaysia memilih untuk mengangkat persoalan ini melalui mekanisme kerja sama ASEAN, dengan tujuan agar penanganan permasalahan kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab kedua negara, melainkan dilaksanakan secara kolektif melalui kerja sama yang melibatkan seluruh negara anggota ASEAN. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *