KAMPAR (tvOnline24.news) – Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) Pertamina bernomor 13. 284. 625, di jalan lintas Sumbar-Riau, tepatnya di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar provinsi Riau, menimbulkan keresahan warga sekitar. Pasca terjadinya kebocoran pada pipa Paraler ke pompa pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengakibatkan BBM jenis Pertamax, mengalir ke permukiman warga sekitar, sehingga menimbulkan dampak lingkungan. Hal tersebut diketahui warga ketika adanya bau yang sangat menyengat, Minggu (29/12/2024).
Informasi yang diterima, sejumlah enam ribu liter BBM jenis Pertamax mengalir ke permukiman warga, pasca kebocoran tersebut. Hal ini sempat menghentikan aktivitas warga, membuat warga merasa cemas dan menghentikan aktivitas yang menggunakan api, seperti bengkel.
Warga sekitar juga tidak berani menghidupkan kompor untuk memasak, dikarenakan aroma BBM yang begitu menyengat ke rumah-rumah warga sekitar, khususnya tetangga.
Namun hal tersebut sehingga saat ini, masih belum diatasi secara maksimal oleh pihak SPBU, terkesan abaikan terhadap dampak lingkungan. Selain itu, SPBU ini juga terkesan abai terhadap keselamatan bersama. Pertamina dan Kementerian ESDM diminta evaluasi safety di SPBU tersebut.
Setelah diketahui adanya kebocoran BBM tersebut, pihak manajemen SPBU hanya menghentikan penjualan, tanpa mengatasi dampak lingkungan secara maksimal.
