JAKARTA (tvOnline24.news) – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekesalannya kepada manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih membagi-bagikan bonus kepada jajaran direksi dan komisaris, meskipun dalam kondisi perusahaan yang merugi. Dirinya juga mengaku siap meminta penegak hukum untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
Prabowo menyebut ia telah memerintahkan manajemen Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danatara) untuk membersihkan manajemen BUMN yang dianggap masih ada yang belum bekerja dengan benar.
“Kadang-kadang (direksi-komisaris BUMN) nekat-nekat mereka itu, diberi kepercayaan negara, dia kira itu perusahaan nenek moyangnya. Perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek banget ini,” tegas Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional ke-6 PKS, dilansir CNBC Indonesia, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut dirinya ingin memerintahkan penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk membantu menyelesaikan permasalahan di BUMN ini.
Meski demikian Prabowo menyebut akan memberikan kesempatan terlebih dahulu bagi Danatara untuk melakukan bersih-bersih di BUMN dalam dua hingga empat tahun ke depan.
Dirinya juga meminta, pihak Danantara untuk fokus mengelola aset BUMN. Prabowo meyakini perusahaan dengan bisnis bagus mendapatkan return keuntungan 10% dari total aset.
“Jadi dari US$ 1000 miliar (aset Danantara), harusnya Negara dapat (keuntungan) US$ 100 miliar tiap tahun,” jelas Prabowo. (*)
