tvOnline.news, JAKARTA – Sebelumnya diberitakan. Denny Indrayana mengaku mendapatkan pesan dari Mahfud MD, agar membantu Anies Baswedan berkontestasi dalam Pilpres 2024 Mendatang.
Menurut Denny Indrayana, Mahfud beralasan, hal itu agar demokrasi di Indonesia menjadi lebih sehat.
Awalnya Denny bercerita bahwa, hal itu disampaikan saat terakhir bertemu di rumah dinas Mahfud MD.
“Jadi pertemuan terakhir saya dengan beliau itu, salah satu pesan Pak Mahfud MD itu, semacam ini, “Mas Denny, tolong bantu Anies Baswedan untuk jadi calon presiden, supaya demokrasi kita lebih sehat”. Saya bilang ‘Oh, ini ada apa ini’ hahaha,” kata Denny sembari tertawa dalam acara Gaspol YouTube.
Denny Indrayana mengaku, ia tidak tahu, apa yang melatarbelakangi Mahfud MD menyatakan hal itu. Ia juga enggan menduga-duga, apakah Mahfud MD memiliki maksud politis di balik pernyataan itu.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Hermawi Taslim menduga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sudah mencium aroma demokrasi yang tak sehat di Indonesia.
Hal ini disampaikannya saat ditanya soal pengakuan pakar hukum tata negara Denny Indrayana, yang diminta Mahfud MD agar membantu Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden (capres) RI.
“Tentang pesan Pak Mahfud pada Denny, untuk bantu Anies agar demokrasi sehat. Hal tersebut patut diduga, Mahfud MD sudah mulai merasakan bahwa ada yang kurang sehat dengan demokrasi kita,” kata Hermawi, seperti dilansir Kompas.com, Senin (5/6/2023).
Hermawi menilai bahwa kurang sehatnya demokrasi itu, ditandai dengan adanya upaya-upaya ikut campur politik oleh pihak yang semestinya netral.
Meski demikian, ia tidak menyebut siapa pihak yang dinilainya ikut campur dalam soal politik tersebut.
“Mahfud MD sebagai the guardian of constitution, rupanya mulai kawatir akan kemunduran demokrasi Indonesia, jika praktek politik yang seperti sekarang tidak dicegah,” ujarnya.
Hermawi berpandangan, semestinya semua pihak mempunyai kewajiban moral, menjadikan dinamika demokrasi di Indonesia tetap sehat, terlepas dari pilihan masing-masing pada Pilpres 2024 Mendatang.
Di sisi lain menurut dia, permintaan terhadap Denny Indrayana bukan berarti bentuk dukungan Mahfud untuk Anies pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
“Hal tersebut bentuk konsistensi dan komitmen Mahfud MD terhadap demokrasi Bangsa. Artinya, naluri akademisi dan naluri demokrasi seorang Mahfud sudah mencium aroma yang kurang sehat dalam praktek perpolitikan kita sekarang,” katanya.
Sambung Hermawi, dalam konteks ini, saya tidak melihat keberpihakan Mahfud kepada orang, tapi lebih kepada kerinduan terhadap sistem politik yang sehat dan dinamis, tambah Hermawi. (*)
